Senin, 14 April 2014

Masih Tentang Mimpi...

Kau masih bercerita, tentang mimpimu saat menjelang dewasa.
Tentang harapan, cinta yg merdeka, tentang rindu yg menggebu dan sebait puisi tentang kebesaran NYA.
Disela-selanya kulihat air mata, lama aku tak melihatnya. Pasti bukan karena kerasnya hatimu, tapi kau menahannya demi menghapus resahku.

Bahkan ketika gelombang hidup demikian keras menghempas, kau meyakinkanku bahwa semua akan baik-baik saja.
"Tak ada sungai yang tak berriak, tak ada laut yang tak berombak. Angin yang menerpa bukan untuk memporak-porandakan kapal kita, tapi untuk memacu ke arah dermaga yg kita tuju. Toh angin tak selamanya badai, sebagiannya sejuk dan sepoi-sepoi", bisikmu diantara tatapan sendu.
"Terkadang sekumpulan camar yang singgah, melukis senja semakin megah" nada bicaramu semakin syahdu.

Aku tak pernah menolaknya, juga tak bisa mengingkarinya. Karena dulu, janji setiaku tak hanya padamu.
Ada sentuhan NYA dalam bait kata-katamu.
Ada senyuman NYA dalam  rangkaian kisahmu.

Jangan pernah berhenti mengejar mimpi, karena ia seperti bara agar kapal kita terus melaju.
Teruslah berkisah, aku tak merasa bosan atapun jengah.
Biarlah semua lelah berakhir indah.
Pun ketika nanti disuatu senja mimpi ini tak jua nyata.
Aku tetap menunggumu di sisi dermaga. Mengekalkan mimpi, dalam kisah hidup yang abadi..

.: Djogdja Istimewa, disela-sela isakan hujan, senja hari di penghujung Januari :.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar